Apakah Mereka Telah Pergi ?
Ketika melihat lemari kaca di
pojok ruangan sana, aku teringat sesuatu. Ya betul, album foto kenangan yang
tersimpan rapi didalam situ . Rindu rasanya bila teringat semua. Andai waktu
tidak berjalan begitu cepat. Pasti sekarang kita masih berkumpul bersama. Andai
kalian masih disini, pasti aku bisa tertawa lepas. Jika waktu bisa diputar, aku
takkan menyia-nyiakan apa yang telah kita lewati bersama. Tapi ini sudah
takdir, kita harus mencari jalan masing-masing.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Aku
berjalan menyusuri lorong kelas yang sunyi seperti tak berpenghuni. Kulihat jam
di pergelangan tanganku ternyata waktu masih menunjukkan pukul 06:00 .
“Sial.”gumamku. Kudengar suara langkah kaki menuju ke arahku, entah mungkin ini
hanya perasaaku saja. “Dorrrr!!!!”seseorang mengejutkanku. Kuputar badanku
ternyata... dasar pak bon.
Setengah jam telah berlalu,
sekolah pun mulai ramai begitu juga di kelas. Tetapi aneh, kelas tak seperti
biasanya. Tidak ada seca yang memukuliku, windi yang sering mentertawakanku,
dan tya yang selalu ada untukku. Entahlah mungkin eca habis dapat anugrah, tak
biasanya ia sediam itu.
“Woyy!!!”pukulku
kepadanya, sedikitpun ia tidak menoleh kepadaku. Ia sibuk dengan ponsel yang
digenggamnya. “kesambet apaan nih anak.”gumamku. Begitu juga dengan tya dan
windi. Saat aku terpleset biasanya tya yang paling khawatir denganku dan windi
yang paling bahagia saat melihatku terjatuh. Tetapi hari ini, mereka hanya
melihatku dengan wajah datar tanpa respon.
Kringg....
Bel pulang sekolah pun telah tiba, waktu yang paling dinanti oleh setiap murid.
Biasanya setiap pulang sekolah, kita berempat selalu main dirumah windi tetapi
tidak dengan hari ini. “Ayo pulangg!!”teriakku. “Sorry gue harus ke
surabaya”sinis windi. “Aku harus bantu mama beresin rumah.”jawab tya. “wah
motor gue harus ganti oli.”si eca menambahkan. “Oh gitu ya, yauda deh.”jawabku
dengan kecewa.
Sesampainya dirumah seperti biasa perut tidak
bisa bersahabat. “Maaa, ani makan apa?”teriakku. “Tidak ada makan, kalau mau
beli saja sendiri.”. hadeh. Entah mengapa hari ini lebih melelahkan dari hari
biasanya. Aku menghela nafas panjang sembari merebahkan badan di pulau kapuk.
Ada apa dengan hari ini? Kenapa semua berbeda? Apa aku berbuat salah? Apa hanya
perasaanku saja?. Ya kemudian aku lebih memutuskan untuk tidur agar hal itu
tidak berputar-putar dipikiranku.
Dok..dok..dok.. mendengarnya aku terbangun.
Sial suara itu mengganggu tidur cantikku. Aku bangun dan perlahan lahan ku
ikuti suara itu. Anehnya mengapa aku sampai dihalaman belakang. Kulihat jam
yang masih terpasang di tanganku menunjukkan waktu tengah malam. Mengapa banyak
lilin ditempat ini. “apa jangan jangan han..han..han..”
“BLARRRRRR” ada suara petasan mengejutkanku. siapa juga yang mau
menyalakan petasan tengah malam seperti ini? Perlahan lahan ku putar badanku ke
belakang dengan perasaan takut dan ternyata.
“SELAMAT HARI MENETAS
ICAAAA!!!!!”. Dengan hiasan lampu lampu kecil disertai pita dan balon yang
telah dirancang dengan indah. Ternyata mereka adalah orang yang paling aku
sayang, sahabat dan keluargaku. Tak bisa membendung, air mata pun mengalir
deras di pipiku. “Maafkan kemarin kita bersikap beda padamu, ini adalah bagian
dari skenario. hehe.”ucap si tya. “AAAAA terimakasihhhh, kalian
jahaatttt”teriakku. Keadaan pun kembali seperti semula, windi
menertawakanku karna ke-alay anku, Tya yang memelukku sangat erat, dan Eca yang
sibuk melemparkanku dengan telur. Mereka memang yang terbaik. Kita pun
berselfie dan berfoto ria. Karena hal seperti ini sangat sangat harus
diabadikan. Tapi sisi lain aku pun sedih, karna sebentar lagi kita akan cari jalan
masing-masing.
Setahun pun telah berlalu, entah tahun ini
aku merasa sepi tanpa mereka. Tya yang kuliah di bandung, windi yang sudah
menjadi perawat, dan eca yang sibuk dengan tugas skripsinya. Yak, hari ini hari
ulang tahunku. Apakah mereka akan membuatku tersenyum lebar seperti tahun
kemarin? Aku pun terus menatap ponsel menunggu pesan dari mereka. Tetapi sampai
tengah malam tidak ada satu pesan pun hingga aku tertidur. Saat aku terbangun langsung
ku cek ponselku, ternyata tidak ada apa apa. Rasanya sakit tapi tidak berdarah.
Kuputuskan untuk menghubungi
mereka terlebih dahulu. Ku hubungi mereka satu persatu tetapi tidak ada yang
membalas pesan dan mengangkat telponku . Daripada terlalu berharap akupun
bermain social media. Saat ku buka
instagram ternyata mereka mengunggah foto dengan rekan baru mereka sekitar 1
menit yang lalu. Di foto tersebut mereka terlihat sangat bahagia.
Ya mau bagaimana lagi, yang berlalu biarlah
berlalu. Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Tetapi laut tidak akan
pernah meninggalkan pantai, bulan tidak akan pernah meninggalkan bumi,
begitupun bintang tidak akan pernah meninggalkan langit. Mungkin memang ini
takdirnya. Kita sudah mengambil jalan masing-masing. Setidaknya mereka pernah
buat hidup saya berarti. Tapi, apakah
mereka telah pergi?
~amp
Tidak ada komentar:
Posting Komentar