Minggu, 13 Mei 2018

short story.


Apakah Mereka Telah Pergi ?
            
Ketika melihat lemari kaca di pojok ruangan sana, aku teringat sesuatu. Ya betul, album foto kenangan yang tersimpan rapi didalam situ . Rindu rasanya bila teringat semua. Andai waktu tidak berjalan begitu cepat. Pasti sekarang kita masih berkumpul bersama. Andai kalian masih disini, pasti aku bisa tertawa lepas. Jika waktu bisa diputar, aku takkan menyia-nyiakan apa yang telah kita lewati bersama. Tapi ini sudah takdir, kita harus mencari jalan masing-masing.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
            Aku berjalan menyusuri lorong kelas yang sunyi seperti tak berpenghuni. Kulihat jam di pergelangan tanganku ternyata waktu masih menunjukkan pukul 06:00 . “Sial.”gumamku. Kudengar suara langkah kaki menuju ke arahku, entah mungkin ini hanya perasaaku saja. “Dorrrr!!!!”seseorang mengejutkanku. Kuputar badanku ternyata... dasar pak bon.
           
Setengah jam telah berlalu, sekolah pun mulai ramai begitu juga di kelas. Tetapi aneh, kelas tak seperti biasanya. Tidak ada seca yang memukuliku, windi yang sering mentertawakanku, dan tya yang selalu ada untukku. Entahlah mungkin eca habis dapat anugrah, tak biasanya ia sediam itu.

“Woyy!!!”pukulku kepadanya, sedikitpun ia tidak menoleh kepadaku. Ia sibuk dengan ponsel yang digenggamnya. “kesambet apaan nih anak.”gumamku. Begitu juga dengan tya dan windi. Saat aku terpleset biasanya tya yang paling khawatir denganku dan windi yang paling bahagia saat melihatku terjatuh. Tetapi hari ini, mereka hanya melihatku dengan wajah datar tanpa respon.
Kringg.... Bel pulang sekolah pun telah tiba, waktu yang paling dinanti oleh setiap murid. Biasanya setiap pulang sekolah, kita berempat selalu main dirumah windi tetapi tidak dengan hari ini. “Ayo pulangg!!”teriakku. “Sorry gue harus ke surabaya”sinis windi. “Aku harus bantu mama beresin rumah.”jawab tya. “wah motor gue harus ganti oli.”si eca menambahkan. “Oh gitu ya, yauda deh.”jawabku dengan kecewa.

Sesampainya dirumah seperti biasa perut tidak bisa bersahabat. “Maaa, ani makan apa?”teriakku. “Tidak ada makan, kalau mau beli saja sendiri.”. hadeh. Entah mengapa hari ini lebih melelahkan dari hari biasanya. Aku menghela nafas panjang sembari merebahkan badan di pulau kapuk. Ada apa dengan hari ini? Kenapa semua berbeda? Apa aku berbuat salah? Apa hanya perasaanku saja?. Ya kemudian aku lebih memutuskan untuk tidur agar hal itu tidak berputar-putar dipikiranku.

Dok..dok..dok.. mendengarnya aku terbangun. Sial suara itu mengganggu tidur cantikku. Aku bangun dan perlahan lahan ku ikuti suara itu. Anehnya mengapa aku sampai dihalaman belakang. Kulihat jam yang masih terpasang di tanganku menunjukkan waktu tengah malam. Mengapa banyak lilin ditempat ini. “apa jangan jangan han..han..han..”

 “BLARRRRRR” ada suara petasan mengejutkanku. siapa juga yang mau menyalakan petasan tengah malam seperti ini? Perlahan lahan ku putar badanku ke belakang dengan perasaan takut dan ternyata.

“SELAMAT HARI MENETAS ICAAAA!!!!!”. Dengan hiasan lampu lampu kecil disertai pita dan balon yang telah dirancang dengan indah. Ternyata mereka adalah orang yang paling aku sayang, sahabat dan keluargaku. Tak bisa membendung, air mata pun mengalir deras di pipiku. “Maafkan kemarin kita bersikap beda padamu, ini adalah bagian dari skenario. hehe.”ucap si tya. “AAAAA terimakasihhhh, kalian jahaatttt”teriakku. Keadaan pun kembali seperti semula, windi menertawakanku karna ke-alay anku, Tya yang memelukku sangat erat, dan Eca yang sibuk melemparkanku dengan telur. Mereka memang yang terbaik. Kita pun berselfie dan berfoto ria. Karena hal seperti ini sangat sangat harus diabadikan. Tapi sisi lain aku pun sedih, karna sebentar lagi kita akan cari jalan masing-masing.

Setahun pun telah berlalu, entah tahun ini aku merasa sepi tanpa mereka. Tya yang kuliah di bandung, windi yang sudah menjadi perawat, dan eca yang sibuk dengan tugas skripsinya. Yak, hari ini hari ulang tahunku. Apakah mereka akan membuatku tersenyum lebar seperti tahun kemarin? Aku pun terus menatap ponsel menunggu pesan dari mereka. Tetapi sampai tengah malam tidak ada satu pesan pun hingga aku tertidur. Saat aku terbangun langsung ku cek ponselku, ternyata tidak ada apa apa. Rasanya sakit tapi tidak berdarah.

Kuputuskan untuk menghubungi mereka terlebih dahulu. Ku hubungi mereka satu persatu tetapi tidak ada yang membalas pesan dan mengangkat telponku . Daripada terlalu berharap akupun bermain social media. Saat ku buka instagram ternyata mereka mengunggah foto dengan rekan baru mereka sekitar 1 menit yang lalu. Di foto tersebut mereka terlihat sangat bahagia.

Ya mau bagaimana lagi, yang berlalu biarlah berlalu. Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Tetapi laut tidak akan pernah meninggalkan pantai, bulan tidak akan pernah meninggalkan bumi, begitupun bintang tidak akan pernah meninggalkan langit. Mungkin memang ini takdirnya. Kita sudah mengambil jalan masing-masing. Setidaknya mereka pernah buat hidup saya berarti. Tapi, apakah mereka telah pergi?


~amp

Tidak ada komentar:

Posting Komentar